PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DIGITAL POTENSI WILAYAH DESA
Abstract
Abstrak: Era Revolusi Industri 5.0 menuntut transformasi digital hingga tingkat desa, namun desa mitra di Kabupaten Banyuwangi masih terkendala dalam inventarisasi potensi wilayah akibat keterbatasan kompetensi teknis sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan GPS untuk penyusunan peta digital potensi wilayah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 10 peserta, terdiri atas kepala dusun, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan akuisisi data lapangan berbasis smartphone, serta pengolahan data menggunakan QGIS dengan pendampingan intensif. Sistem evaluasi dilakukan melalui validasi produk peta mandiri serta observasi peningkatan kompetensi teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas peserta dalam pemetaan digital. Meskipun evaluasi mengindikasikan adanya tantangan kesenjangan digital di mana peserta usia lanjut membutuhkan adaptasi teknologi lebih lama, program ini berhasil menghasilkan luaran peta digital dan basis data spasial yang valid. Produk tersebut menjadi landasan strategis bagi pemerintah desa dalam merumuskan perencanaan pembangunan berkelanjutan yang berbasis data.Era Revolusi Industri 5.0 mendorong transformasi digital hingga ke level desa, namun Desa Bayu yang berada di Kabupaten Banyuwangi mengalami kendala dalam inventarisasi potensi wilayah secara digital akibat keterbatasan kompetensi teknis sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis (SIG) dan global positiong system (GPS) untuk menyusun peta digital dalam rangka optimalisasi potensi wilayah. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang mencangkup sosialisasi, pelatihan akuisisi data di lapangan berbasis smartphone, serta pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak open source QGIS. Selain pelatihan secara tatap muka, pendampingan intensif juga dilakukan melalui media digital untuk memastikan keberlanjutan pemahaman peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta dalam hal kemampuan teknis dalam melakukan pemetaan digital. Meskipun hasil dari evaluasi menunjukkan adanya kesenjangan digital pada peserta usia lanjut yang membutuhkan waktu adaptasi teknolgi yang lebih lama dari peserta usia muda, program ini berhasil menghasilkan luaran berupa peta digital dan database spasial yang valid. Produk dari kegiatan ini mampu menjadi landasan strategis bagi Pemerintah Desa Bayu dalam merumuskan perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan
Abstract: The era of Industrial Revolution 5.0 demands digital transformation down to the village level; however, the partner village in Banyuwangi Regency faces constraints in inventorying regional potential due to limited human resource technical competence. This community service aims to enhance the capacity of village officials in utilizing Geographic Information Systems (GIS) and GPS technology to compile digital maps of regional potential. The implementation method employed a participatory approach involving 10 participants, comprising hamlet heads, village officials, and community leaders. The activities included socialization, smartphone-based field data acquisition training, and data processing using QGIS, supported by intensive mentoring. The evaluation system was conducted through the validation of independently produced maps and observation of technical competence improvement. The results demonstrated a significant increase in participants' capacity regarding digital mapping. Although the evaluation indicated a digital gap challenge where older participants required longer technology adaptation times, the program successfully produced valid digital maps and spatial databases. These products serve as a strategic foundation for the village government in formulating data-driven sustainable development plans.The Industrial Revolution 5.0 era drives digital transformation down to the village level. However, Bayu Village in Banyuwangi Regency faces challenges in inventorying regional potential due to limited technical human resource competencies. This community service aims to enhance the capacity of village officials in Geographic Information System (GIS) and Global Positioning System (GPS) to compile digital maps of regional potency. The applied method employs participatory approach encompassing socialization, field data acquisition trained based on smartphone and spatial data processing using open source QGIS software. In addition to face-to-face training, intensive assistan ce was provided trough digital media to ensure sustainable participant understanding. The results indicate a significant capacity improvement towards technical capability to digitally map the village. Altough the evalation revealed a digital gap challenge among older participants who required longer adaptation times compared with the young age participants, the program sucessfully produces valid digital maps and spatial databases. These producs might be served as strategic foundation for the Bayu Village Government in formulating sustainable village development plans.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Al-haddad, R. E., & Rakshit, P. V. (2023). Finding home: Participatory geospatial mapping with Rohingya refugees. Applied Geography, 161(12) 103136. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2023.103136
Allawi, A. H., & Al-Jazaeri, H. M. J. (2023). A new approach towards the sustainability of urban-rural integration: The development strategy for central villages in the Abbasiya District of Iraq using GIS techniques. Regional Sustainability, 4(1), 28–43. https://doi.org/10.1016/j.regsus.2023.02.004
Eilola, S., Käyhkö, N., Ferdinands, A., & Fagerholm, N. (2019). A bird’s eye view of my village – Developing participatory geospatial methodology for local level land use planning in the Southern Highlands of Tanzania. Landscape and Urban Planning, 190(09)103596. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2019.103596
Harimudin, J., Alfirman, A., & Fitriani, F. (2023). Pembuatan Basis Data Spasial Desa Perkotaan (Urban Village) Melalui Partispasi Masyarakat. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v9i1.14097
Haryanto, & Nurlinah. (2025). Village Development and Governability: A Case Study of Transmigration Village Governance in East Luwu, Indonesia. World Development Perspectives, 1(2), 25-35.https://doi.org/10.1016/j.wdp.2025.100747
Kanom, K. (2023). Pengembangan Wana Wisata Rowo Bayu Banyuwangi. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 5(1), 69. https://doi.org/10.37253/altasia.v5i1.7283
Kılıc, D., Yagci, C., & Iscan, F. (2023). A GIS-based multi-criteria decision analysis approach using AHP for rural settlement site selection and eco-village design in Erzincan, Turkey. Socio-Economic Planning Sciences, 86,(4) 101478. https://doi.org/10.1016/j.seps.2022.101478
Kusnayat, A., Mulyana, T., & Akbar, M. D. (2025). Penguatan Kesadaran Hukum Dan Keamanan Dalam Smart Development: Strategi Wujudkan Desa Aman Dan Tertib Era Industrial Engineering 5.0. Prosiding COSECANT Community Service and Engagement Seminar, 5(1). https://doi.org/10.25124/cosecant.v5i1.9315
Lakshmanan, V. I., & Kalyanasundaram, S. (2022). Bridging the Urban-Rural Divide. In V. I. Lakshmanan, A. Chockalingam, V. K. Murty, & S. Kalyanasundaram (Eds.), Smart Villages: Bridging the Global Urban-Rural Divide (pp. 25–30). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-68458-7_3
Nugraha, I., Manan, M., Astuti, P., & Apriadi, A. (2022). The Application of Participatory Mapping to Support Boundary Conflict Solving in Indonesia (Study Case : Rambah Sub Districts, Riau Province, Indonesia). Journal of Urban and Regional Planning for Sustainable Environment (JURPS), 4(2), 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.25299/jurps.2022.9049
Ramirez-Gomez, S. O. I., Brown, G., Verweij, P. A., & Boot, R. (2016). Participatory mapping to identify indigenous community use zones: Implications for conservation planning in southern Suriname. Journal for Nature Conservation, 29,(02) 69–78. https://doi.org/10.1016/j.jnc.2015.11.004
Sabir, R. A., Niyaz, A. M., & Bakhtiyar, A. G. (2022). Social Benefits Of Digitalisation. In Contemporary Studies in Economic and Financial Analysis (Vol. 109A, pp. 31–47). Emerald Publishing. https://doi.org/10.1108/S1569-37592022000109A003
Saputra, O. D., & Zakiyah, M. (2025). Antara Ekologi, Religi, dan Tradisi: Menyigi Makna Kultural Nama Sumber Mata Air di Kabupaten Banyuwangi (Kajian Antropolinguistik). Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 18(1), 237–262. https://doi.org/10.30651/st.v18i1.24651
Sidik, F. (2025). The Village Fund, Village Tourism Development, and Its Impact on Income Inequality in Rural Indonesia: How do Village Elites Shape It? Tourism Planning and Development, 22(1), 111–137. https://doi.org/10.1080/21568316.2024.2430487
Susilowati, A. P. E., Rachmawati, R., & Rijanta, R. (2025). Smart village concept in Indonesia: ICT as determining factor. Heliyon, 11(1) 1-18. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2025.e41657
Suwondo, Syahza, A., Galib, M., & Reby Oktarianda, dan. (2020). Pengembangan Peta Potensi Desa Berbasis Spasial Untuk Mendukung Perencanaan Pembangunan Desa Di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 3(3), 197–2010. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jhi.v3i2.436
Tanjung, T., Ghazali, I., Mahmood, W. H. W., & Herawan, S. G. (2025). Drivers and barriers to Industrial Revolution 5.0 readiness: A comprehensive review of key factors. In Green Technologies and Sustainability (Vol. 3, Issue 4) 100217. KeAi Communications Co. https://doi.org/10.1016/j.grets.2025.100217
Tanjungsari, A., Fauziyah Cholis, A., Yacobina Riung, C., & Erya Rokani, L. (2016). Fruit Diversity for Agrotourism Development in Rawa Bayu, Bayu Village, Songgon, Banyuwangi. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 4(1), 43-48. https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2016.004.01.08
Ulilalbab, A., Indrasari, O. R., & Sofi, K. F. (2022). Pelatihan pembuatan minuman kefir susu kambing pada karang taruna “pemuda kreatif” di Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi, 4(2), 65. https://doi.org/10.30867/pade.v4i2.964
Pemerintah Indonesia. (2014). Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (No 6 Tahun 2014). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38582/uu-no-6-tahun-2014.
Yap, Y. Y., Tan, S. H., & Choon, S. W. (2022). Elderly’s intention to use technologies: A systematic literature review. In Heliyon (Vol. 8, Issue 1) 1-15. Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e08765
Zhou, J., Salvendy, G., Boot, W. R., Charness, N., Czaja, S., Gao, Q., Holzinger, A., Ntoa, S., Rau, P. L. P., Rogers, W. A., Stephanidis, C., Wahl, H. W., & Ziefle, M. (2025). Grand Challenges of Smart Technology for Older Adults. International Journal of Human-Computer Interaction, 41(7), 4439–4481. https://doi.org/10.1080/10447318.2025.2457003
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i1.37275
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Prasetiyo Prasetiyo, Igor Aviezena Eris

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:







