EDUKASI GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS BOOKLET AUGMENTED REALITY SEBAGAI STRATEGI PUTUS RANTAI STUNTING

Aminah Aatinaa Adhyatma, Erika Fariningsih, Lucyana Ayundari Giawa, Aisyah Dewi

Abstract


Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional 19,8% pada 2024. Rendahnya literasi gizi, tingginya angka anemia, serta minimnya pemahaman kesehatan reproduksi pada remaja berpotensi memperkuat siklus stunting antar-generasi. Program BARENG REMAJA bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kesehatan reproduksi melalui media Booklet Augmented Reality (AR). Metode kegiatan meliputi penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), simulasi peer educator, dan evaluasi melalui pre-test post-test pada siswa SMA Negeri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah intervensi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,1 pada pre-test menjadi 14,0 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 6,87%. Selain itu, proporsi peserta dengan penguasaan materi baik (≥75%) meningkat dari 53,84% menjadi 61,53%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Booklet Augmented Reality mampu meningkatkan pemahaman gizi dan kesehatan reproduksi remaja secara terukur. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini menghasilkan kader sebaya sebagai agen edukasi berkelanjutan di sekolah. Media AR terbukti meningkatkan minat belajar dan memudahkan pemahaman materi. Kegiatan ini berpotensi menjadi strategi efektif pencegahan stunting berbasis teknologi pada remaja.

Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, with a national prevalence of 19.8% in 2024. Low nutritional literacy, high rates of anemia, and limited understanding of reproductive health among adolescents have the potential to reinforce the cycle of stunting between generations. The BARENG REMAJA program aims to increase knowledge about balanced nutrition and reproductive health through Augmented Reality (AR) booklets. The activity methods include counseling, Focus Group Discussions (FGDs), peer educator simulations, and evaluation through pre-test post-test on public high school students. The results showed an increase in participant understanding after the educational intervention. The average knowledge score increased from 13.1 in the pre-test to 14.0 in the post-test, or an increase of 6.87%. In addition, the proportion of participants with good mastery of the material (≥75%) increased from 53.84% to 61.53%. These findings indicate that Augmented Reality Booklet-based education can measurably improve adolescent understanding of nutrition and reproductive health. In addition to increasing knowledge, this activity produces peer cadres as agents of ongoing education in schools. AR media has been proven to increase learning interest and facilitate understanding of the material. This activity has the potential to be an effective technology-based strategy for preventing stunting in adolescents.


Keywords


Augmented Reality; Nutrition Education; Adolescents; Reproductive Health.

Full Text:

DOWNLOAD [PDF]

References


Ardiansyah, R., Putri, D. A. & Nugroho, S. (2020). Pendidikan kesehatan reproduksi remaja sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130. https://doi.org/10.15294/kemas.v15i2.

BKKBN. (2021). Strategi nasional percepatan penurunan stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Devy, K. R. & Sugiono, A. (2025). Evaluation of augmented reality applications as an interactive learning media for the female reproductive system. Health Educational Laboratory, 1(2), 54–63. https://doi.org/10.29238/helab.v1i2.2925

Hidayati, T. et al. (2025). Edukasi kesehatan era digital: Peran augmented reality dalam meningkatkan kesadaran kelompok prolanis pasien diabetes. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 80–120. https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i1.23378

Johannis, L. A. & Kapitan, M. (2024). Pengaruh Media Augmented Reality SADARI Terhadap Pengetahuan dan Tindakan Remaja Dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 12(2), 125–135. https://doi.org/10.47218/jkpbl.v12i2.311

KemenPPPA. (2021). Profil kesehatan dan perlindungan anak dan remaja di Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kemenkes RI.

Lestari, W., Margawati, A. & Rahfiludin, M. Z. (2021). Faktor Risiko Anemia Pada Remaja Putri. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20,(1), 45-53. https://doi.org/10.30597/mkmi.v20i1

Prasmewari, G. N., Hapsari, D. & Widyastuti, R. (2023). Literasi Esehatan Reproduksi Remaja Dan Implikasinya Terhadap Kesiapan Kehamilan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(3), 201-210. https://doi.org/10.14710/jpki.18.3.201-210

Rangkuti, S., Pase, M. & Zaen, N. L. (2025). Effectiveness of Using Augmented Reality on the RHDP Platform. Indonesian Journal Of Global Health Research, 7(6), 77-86. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i6.276

Riskesdas. (2020). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI.

Sahria, Y. Y., Azizah, N., Zidni, G. S. & Febriarini, N. I. (2024). Design Media Interactive of Mobile Augmented Reality (AR) in Education for Health Learning. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan, 15(2) 135–170. https://doi.org/10.24036/jtip.v15i2.648

Subandi, A., Noerjoedianto, D., Hartini, I. & Kamila Dyanti, T. (2024). The Effect of Augmented Reality-Based First Aid Health Education On Youth Red Cross at Titian Teras State Senior High School in Jambi City. International Journal of Public Health, 1(3), 173–182. https://doi.org/10.62951/ijph.v1i3.94

Susanti, E., Rahmawati, D. & Lestari, N. (2022). Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan kesiapan reproduksi sebelum pernikahan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 85–94.(https://doi.org/10.22435/kespro.v13i2.5678).

UNICEF. (2022). Adolescent nutrition and stunting prevention: Life course approach.

WHO. (2020). WHO guideline on stunting prevention.

WHO. (2023). Levels and trends in child malnutrition.




DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i1.37378

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Aminah Aatinaa Adhyatma, Erika Fariningsih, Lucyana Ayundari Giawa, Aisyah Dewi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

________________________________________________________________

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]

________________________________________________________________

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:

      

         

 

________________________________________________________________ 

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE: