EDUKASI KESEHATAN MENTAL BAGI PENERIMA PKH SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT KEHARMONISAN KELUARGA
Abstract
Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Seyegan, Sleman adalah minimnya pemahaman mengenai kesehatan mental yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang kesehatan mental keluarga, pengenalan gejala, strategi penyelesaian masalah, serta langkah pencegahannya. Metode yang digunakan adalah pelatihan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 keluarga dengan rentang usia peserta 35-65 tahun. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 20 butir pertanyaan untuk mengukur persentase peningkatan pemahaman peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator dengan rata-rata kenaikan 45%, yaitu sebesar 48% untuk pemahaman gejala gangguan mental, 53% untuk penguasaan strategi komunikasi dan penyelesaian masalah, serta 42% untuk pemahaman cara pencegahan. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif meningkatkan wawasan dan kesiapan keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah perlunya pendampingan berkelanjutan untuk memantau penerapan manajemen emosi di lingkungan keluarga.
Abstract: The main problem faced by beneficiary families of the Family Hope Program (PKH) in Seyegan, Sleman is the lack of understanding regarding mental health which impacts family harmony. This community service aims to provide knowledge about family mental health, symptom recognition, problem-solving strategies, and prevention steps. The method used was training through socialization, counseling, and simulation. This activity was attended by 35 families with participants aged 35-65 years. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test consisting of 20 questions to measure the percentage of participants' understanding improvement. The results showed a significant increase in all indicators with an average increase of 45%, specifically by 48% for understanding mental disorder symptoms, 53% for mastering communication and problem-solving strategies, and 42% for understanding prevention methods. It is concluded that this training is effective in improving family insight and readiness in creating a harmonious household environment. Recommendations for future activities include the need for continuous assistance to monitor the implementation of emotional management in the family environment.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Alexandri, M. B. (2020). Evaluasi Kebijakan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Cakung Jakarta Timur Tahun 2019. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(2), 237–244.
Aryani, E. (2021). Communication of Parents and Early Childhood to Build Confidence in The Pandemic Covid-19. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 8(1), 67–75. https://doi.org/10.21831/jppm.v8i1.35211
Aryani, E., Gusdian, P. M., & Pasaribu, S. M. (2025). The role of family counseling in handling economic problems and family harmony. ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 6(1), 51–59.
Fadillah, N. (2025). Pola Komunikasi Pengasuhan Orang tua Single Parents dalam Membentuk Karakter Islami Anak di Kecamatan Soreang Kota Parepare. IAIN Parepare.
Hadi, A., Laras, P. B., & Aryani, E. (2020). Peran layanan bimbingan dan konseling Islam dalam pendidikan karakter. KoPeN: Konferensi Pendidikan Nasional, 2(1), 316–321.
Irmayani, I., & Nainggolan, T. (2015). Perilaku Coping Penerima Program Keluarga Harapan (Pkh) Menjelang Exit Programdi Jakarta Utara. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 4(3), 177–193.
Juhad. (2021). Analisis Kecemburuan Sosial Masyarakat Non Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Kecamatan Selong Lombok Timur. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 1(2), 1–7.
Kementerian Sosial, R. I. (2018). Petunjuk Pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan. Jakarta: Direktorat Jaminan Sosial Keluarga. https://kemensos.go.id/
Mulyani, A., & Hardiyanti, T. (2025). Community-Based Mental Health Education for Reducing Stigma and Improving Knowledge in Batujajar Timur Village, West Bandung. Indonesian Journal of Community Development, 5(1), 29–38. https://doi.org/10.17509/ijcd.v5i1.83090
Navidian, A., Kermansaravi, F., & Rigi, S. N. (2012). The effectiveness of a group psycho-educational program on family caregiver burden of patients with mental disorders. BMC research notes, 5(1), 399.
Siregar, F. S. R. (2023). Analisis efektivitas pemberian Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap kesejahteraan masyarakat. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Susanti, A., & Arianti, D. (2024). Peningkatan Resiliensi Care Giver Melalui Pemberdayaan Keluarga Sehat Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Padang. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK), 3(1), 23–27.
Susantyo, B., Rahman, A., Erwinsyah, R. G., As’ adhanayadi, B., Nainggolan, T., Delfirman, D., Irmayani, N. R., & Arifin, J. (2020). Pemetaan strategi coping keluarga penerima manfaat program keluarga harapan menghadapi wabah COVID-19: Di Kota Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Puslitbangkesos & P3KS Press.
Sutriyanti, Y., Jaya, M. A., Utario, Y., & Ningsih, R. (2023). Terapi Psikoedukasi Keluarga Mempengaruhi Manajemen Stress Keluarga Dalam Merawat Lansia Disabilitas: Family Psycoeducation Therapy Affects Family Stress Management in Treating Elderly with Disabilities. Quality: Jurnal Kesehatan, 17(1), 72–79.
Tlonaen, S., Yudid, B., Hardiyanto, W. T., & Diahloka, C. (2014). Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi, 3(1), 29–37.
Undang-undang (UU) No. 18 Tahun 2014. (t.t.). Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Database Peraturan | JDIH BPK. Diambil 4 Januari 2026, dari http://peraturan.bpk.go.id/Details/38646/uu-no-18-tahun-2014
Walsh, F. (2016). Family resilience: A developmental systems framework. European journal of developmental psychology, 13(3), 313–324.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240049338
Yulfa, R., Puspitawati, H., & Muflikhati, I. (2022). Tekanan ekonomi, coping ekonomi, dukungan sosial, dan kesejahteraan perempuan kepala keluarga. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 15(1), 14–26.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.38535
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Eka Aryani, Fajar Sujud Raharjo, Siti Fadhiilah Novianti, Hesti Dian Pratiwi, Yasinta Barek Hayon, Maria Elisabeth Woy, Baso Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






