PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PENGELOLAAN EMOSI PADA WARGA BINAAN PPKS DI PANTI SOSIAL - DINAS SOSIAL
Abstract
Abstrak: Tim pengabdian melakukan kegiatan di UPTD – RAMPK Ogan Ilir setelah observasi lapangan terhadap warga binaan dan wawancara dengan pihak panti menunjukkan bahwa warga binaan masih menghadapi beberapa kendala, terutama dalam pengelolaan emosi. Hasil pretest yang dilakukan oleh tim pengabdian menemukan sebanyak 15 orang atau 53,57% warga binaan memiliki tingkat pengelolaan emosi yang rendah. Oleh karena itu, diberikan konseling kelompok sebagai intervensi. Kegiatan konseling terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu: (1) pretest, (2) sesi konseling, dan (3) posttest, serta pemberian psikoedukasi. Sesi konseling sendiri terbagi menjadi lima tahap, yaitu: forming group, initial stage, transition stage, working stage, dan ending of group. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t sampel berpasangan, ditemukan adanya perbedaan skor yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian konseling kelompok. Nilai rata-rata sebelum konseling adalah 25,64, sedangkan setelah konseling meningkat menjadi 26,00. Nilai p yang diperoleh adalah 0,00 < 0,05, yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif sebagai intervensi dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi warga binaan sehingga dapat mendukung kehidupan warga binaan setelah keluar dari panti sosial. Oleh karena itu, evaluasi dan tindak lanjut yang berkelanjutan sangat dianjurkan agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Abstract: The community service team conducted activities at the UPTD – RAMPK Ogan Ilir after field observations of the residents and interviews with facility staff revealed that the residents were still facing several challenges, particularly in emotional regulation. The results of the pretest conducted by the community service team found that 15 residents, or 53.57%, had low levels of emotional regulation. Therefore, group counseling was provided as an intervention. The counseling activity consisted of three main stages: (1) pretest, (2) counseling sessions, and (3) posttest, and the provision of psychoeducation. The counseling sessions themselves were divided into five stages: group forming, initial stage, transition stage, working stage, and group ending. Based on the results of data analysis using a paired t-test, a significant difference in scores was found between before and after the group counseling intervention. The mean score before counseling was 25.64, while after counseling it increased to 26.00. The p-value obtained was 0.00 < 0.05, indicating that the difference is statistically significant. These findings suggest that group counseling is effective as an intervention in improving the emotional regulation skills of residents, thereby supporting their lives after leaving the social welfare facility. Therefore, continuous evaluation and follow-up are strongly recommended to ensure that the achieved results are optimized.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Beasley, J. J., Ieva, K. P., & Steen, S. (2023). Reclaiming the system: Group counseling landscape in schools. Professional School Counseling, 27(1a), 2156759X231160715. https://doi.org/10.1177/2156759X231160715
Ciptadi, W. A. (2024). Penerapan Terapi Realitas dengan Teknik WDEP untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Warga Binaan Sosial di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Jakarta. Contiguity: Jurnal Psikologi, 20(2), 36-44. https://doi.org/10.37817/jurnalcontiguity.v20i2.3845
Corey, G. 2021. Theory and Practice of Group Counseling.Eighth edition. USA: Broks/Cole Thompson. https://www.ijp.org.uk/docs/Theory_and_Practice_of_Counseling_and_Ps.pdf
Habsy, B. A., Zain, H. H. H., Masruroh, H., & Mukti, F. A. (2024). Basic Concepts of Group Counseling: An Intervention Services. QUANTA: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 8(1), 1-7. https://doi.org/10.22460/quanta.v8i1.4268
Hermina, C., Sari, D., & Wibowo, H. (2018). Konseling kelompok dapat meningkatkan pemahaman diri dan perubahan tingkah laku individual. Jurnal Psikologi Terapan, 16(1), 45-52. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v16i2.3370
Hilmy, N. A., Barida, M., & Susilowati, N. (2022). Upaya Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Siswa Melalui Konseling Kelompok Dengan Teknik Coping di SMK Sakti Gemolong. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 2739-2746. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5903
Hulukati, W., Idris, I., & Rafiola, R. H. (2022). Effectiveness of group counseling with live modeling techniques to improve academic self-efficacy of guidance and counseling students. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(3), 670-678. https://doi.org/10.51214/bocp.v4i3.384
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. https://ppid.kemsos.go.id
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2024). Verifikasi dan validasi data PPKS tahun 2024. https://ppid.kemsos.go.id
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Standar Rehabilitasi Sosial dengan Pendekatan Profesi Pekerjaan Sosial. https://ppid.kemsos.go.id
Loban et al., 2024. Development of group counseling guideline using modeling technique to enhance self-management. COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education, 9(2), 39-47. https://doi.org/10.23916/0020240951320
Putri, H. A. T., Ardani, M. A., Rachmatiana, S., Gumilar, N. A., Putrawan, M., & Ramadhani, A. (2025). Gratitude Journal as a Solution to Anxiety for the Future of SMAN 9 Samarinda Students: Gratitude Journal sebagai Solusi Kecemasan terhadap Masa Depan Siswa SMAN 9 Samarinda. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(4), 1026-1034. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v9i4.21856
Siregar & Tambusai (2025). Enhancing Students’Problem-Solving Skills Through Group Counseling: A Case Enhancing Students’Problem-Solving Skills Through Group Counseling: A Case Study. Journal of Social Work and Science Education, Volume 6 (2) 2025, 642-662E-ISSN 2723-6919. https://doi.org/10.52690/jswse.v6i2.1192
Wasistiyana, A. K. (2024). Perlindungan Sosial Bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (Ppks) Melalui Pendataan Media Simasos Oleh Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur (Doctoral dissertation, Institut Pemerintahan Dalam Negeri. http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17089
Yunita, Y. (2020). Pentingnya Layanan Konseling Kelompok Terhadap Harga Diri Remaja. Jurnal penelitian pendidikan, psikologi dan kesehatan (J-P3K), 1(3), 261-267. https://jurnalp3k.com/index.php/J-P3K/article/view/51/pdf
Zargar et al., (2019). Effectiveness of emotion regulation group therapy on craving, emotion problems, and marital satisfaction in patients with substance use disorders: A randomized clinical trial. Iranian Journal of Psychiatry, 14(4), 283. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7007510/pdf/IJPS-14-283.pdf
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.38759
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Yeni Anna Appulembang, Angeline Hosana Zefany, Indra Prapto Nugroho, Rifda Alda Ufaira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






