PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN KELAS IBU HAMIL DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MATERNAL
Abstract
Abstrak: Umumnya kematian ibu terjadi di negara miskin dan menegah kebawah dengan penyebab kematian yang dapat dicegah melalui perawatan oleh tenaga kesehatan profesional sebelum, selama dan setelah persalinan. Program pemerintah terkait peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal melalui pelaksanaan kelas ibu hamil. Prioritas masalah mitra adalah masih ditemukan penyulit-penyulit selama kehamilan dan persalinan yang dapat dicegah dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil dalam perawatan diri selama kehamilan dan nifas. Puskesmas Sarulla menjangkau pelayanan terhadap 12 desa dan 1 kelurahan hanya memiliki 2 kelompok kelas ibu hamil (KIH). Kegiatan kelas ibu hamil digabung dengan kegiatan pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Care/ ANC). Keberadaan KIH tidak menetap pada 1 desa atau kelurahan, menyesuaikan jumlah ibu hamil di desa tersebut. Partisipati ibu dalam KIH rendah dengan alasan waaktu yang terlalu lama dan jarak tempuh yang cukup jauh ke lokasi KIH. Sasaran mitra kegiatan pengabdian ini adalah 34 orang ibu hamil dan dilaksanakan di aula Puskesmas Sarulla. Tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawatan diri selama kehamilan dan nifas melalui pelaksanaan kelas ibu hamil. Metode penyuluhan tentang pentingnya mengikuti kelas ibu hamil dan kemampuan deteksi dini secara mandiri dan perawatan diri selama kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil yang telah dicapai pengetahuan ibu meningkat dari mayoritas berpengetahuan kurang 13 orang (38,23%) menjadi 28 orang (82,35%). Motivasi ibu untuk mengikuti kelas ibu hamil meningkat dari 9 orang (26,47%) dengan motivasi kuat menjadi 22 orang (64,7%).
Abstract: Maternal deaths generally occur in low- and lower-middle-income countries, with causes of death that can be prevented through care provided by healthcare professionals before, during, and after childbirth. The government’s program to improve the quality of maternal health services involves the implementation of prenatal classes. A key priority for partners is that complications during pregnancy and childbirth which can be prevented by enhancing pregnant women’s knowledge and skills in self-care during pregnancy and the postpartum period still occur. The Sarulla Community Health Center, which serves 12 villages and 1 sub-district, currently operates only two prenatal class groups (KIH). Prenatal classes are combined with prenatal check-ups (Ante Natal Care/ANC). The KIH program is not permanently based in a single village or subdistrict; its location is determined by the number of pregnant women in that area. Participation by pregnant women in the KIH program is low due to the lengthy duration of the sessions and the considerable distance to the KIH location. The target participants for this community service activity are 34 pregnant women, and it is conducted in the hall of the Sarulla Community Health Center. The objective is to enhance knowledge and self-care skills during pregnancy and the postpartum period through the implementation of prenatal classes. The educational methods focus on the importance of attending prenatal classes, the ability to perform self-monitoring for early detection, and self-care practices during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. The results achieved showed that the mothers’ knowledge increased from a majority with insufficient knowledge (13 people, 38.23%) to 28 people (82.35%). The mothers’ motivation to attend prenatal classes increased from 9 people (26.47%) with strong motivation to 22 people (64.7%).
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Ariska, B. (2023). Pengaruh Pengetahuan, Motivasi Ibu dan Peran Tenaga Kesehatan terhadap Perilaku Partisipasi Kehadiran Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Gantung Kabupaten Belitung Timur Tahun 2022. Indonesian Journal of Midwifery Science, Volume 02,(03) 260–274.
Astuti, W. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Candiroto Kabupaten Temanggung. Rakernas AIPKEMA 1(1).
Azizah, N. et al. (2021). Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu Dan Anak Melalui Pemanfaatan Buku KIA (Kesehatan Ibu Dan Anak) Untuk Pencegahan Stunting. Prosiding PKM-CSR, Vol.4, 350-353.
Chotimah, C., Nugroho, N. (2019). Hubungan Faktor Resiko Ibu Hamil dengan Partisipasi Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK), 12(1) 480–484.
Desmariyenti., Hartati, S. (2019). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Ibu Hamil Dalam Kelas Ibu Hamil. Jurnal Photon, Volume 9(2), 114–122.
Dewi, S., Astuti, I. B. K. (2025). Hubungan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Jurnal Kesehatan Tambusai, Vol.6(1), 315–323.
FKKMK. (2023). Sosialisasi Pengabdian Masyarakat Inovasi Kelas Ibu Hamil Kombinasi Soft Prenatal Yoga di Kelurahan Sendangmulyo Minggir Sleman.
Ida, A. S. A. (2021). Pengaruh Edukasi Kelas Ibu Hamil Terhadap Kemampuan dalam Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan. Jurnal Inovasi Penelitian, Volume 2 N, 345–350.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Kementrian Kesehatan RI.
Mardiyanti, I., et al. (2024). Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam Optimalisasi Deteksi Kehamilan Risiko Tinggi Melalui Pemeriksaan Triple Eliminasi. Abdi Wiralodra, Vol 6 (1), 1–17.
Modjanggo, Y., Z. (2025). Pertemuan Kelas Ibu Hamil sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak. KABANTI, 1(2), 121–127.
Napitupulu, T. et al. (2018). Gambaran Pemanfaatan Buku KIA dan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan. Jurnal Kesehatan Vokasional, Vol. 3(1), 17–22.
Ningsih, D.A., et al. (2025a). Dari Screening hingga Edukasi: Upaya Pemberdayaan Ibu Hamil Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan di Sukadana HAM Bandar Lampung. Jurnal Pengmas Jajama, Vol 4 (1), 53–62.
Ningsih, D.A., et al. (2025b). Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Program Kelas Ibu Hamil Saibatin (Sehat Anak Ibu, Berdaya, Tanggap Dan Inisiatif). GEMAKES : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5 (1), 57–68.
Rahmawati, E., Setyawati, E., Nurhasanah, N. (2020). Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Penggunaan Buku KIA. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1(2), 56-63.
Salim, N.S., et al. (2020). Faktor Yang Memengaruhi Keikutsertaan Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Hutarakyat Kabupaten Dairi Tahun 2019. JKM STIKES Cendekia Utama Kudus, 8(1) 93–110.
Sasnitiari, N.N., et al. (2017). Hubungan Keikutsertaan Ibu dalam Kelas Ibu Hamil Dengan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tanda Bahaya Dalam Kehamilan di Kota Bogor. Jurnal Kesehatan Reproduksi, Vol. 8(2), 175–185. https://doi.org/10.22435/kespro.v8i2.6424.175-185
Sianturi, E., Siburian, U. . (2024). Efektifitas Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap Pengetahuan dan Kesehatan Maternal di Kabupaten Tapanuli Utara.
WHO. (2025). Maternal Mortality. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-Mortality
Yuliana, A., Putri, S. A. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Ibu Dalam Kelas Hamil Di Desa Ngasinan Sukoharjo Pada Era. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas), 382–390.
Yulianingsih, E., et al. (2023). Peningkatan Ketrampilan Ibu Hamil Tentang Deteksi Dini Faktor Resiko Kehamilan Melalui Pemberdayaan Kader. Jurnal Masyarakat Mandiri, Vol.7(1),116. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jmm.v7i1.11836
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.38801
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Elly Sianturi, Sulastry Pakpahan, Ganda Agustina Simbolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






