JAMU SEHAT TANPA BAHAN KIMIA OBAT (BKO): EDUKASI KEAMANAN KONSUMSI HERBAL PADA KADER POSYANDU
Abstract
Abstrak: Konsumsi jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi isu kesehatan di Indonesia. Rendahnya pemahaman mengenai risiko BKO dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kader Posyandu di Jawa Timur, terkait bahaya BKO serta mendorong penggunaan jamu yang aman dan rasional. Program dilaksanakan melalui penyuluhan mengenai jamu dan BKO, pembagian booklet edukatif tentang penggunaan jamu, serta pemberian paket jamu kebugaran disertai panduan pengolahan yang benar. Sebanyak 69 kader posyandu terlibat sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan terkait jamu dan 10 pertanyaan terkait BKO. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan adanya peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah intervensi serta tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank.yang dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada materi jamu dari 74,35±10,83 menjadi 82,75±9,31 dan materi BKO dari 78,70±19,99 menjadi 90,87±10,87 (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antar gain kedua materi (p=0,112). Tingkat kepuasan peserta mencapai 3,60 dari skala 4 dengan 98,5% menyatakan puas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan lansia terkait konsumsi jamu aman bebas BKO.
Abstract: The consumption of herbal medicines (jamu) containing Active Pharmaceutical Ingredients (BKO) remains a public health concern in Indonesia. Limited awareness of BKO-related risks may increase the likelihood of adverse health effects.Limited public understanding of the risks associated with BKO may increase the likelihood of adverse health effects. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of Posyandu cadres in Poncokusumo Village, East Java, regarding the dangers of BKO and to promote safe and rational use of herbal medicine. The program was implemented through health education sessions on jamu and BKO, distribution of educational booklets on herbal medicine use, and provision of wellness jamu packages accompanied by proper preparation guidelines. A total of 69 Posyandu cadres participated in the program. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test instruments consisting of 10 questions on jamu safety and 10 questions on BKO identification, analyzed using the Wilcoxon signed-rank test.Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments analyzed with the Wilcoxon signed-rank test. Results demonstrated a significant improvement in knowledge scores for the jamu module (74.35±10.83 to 82.75±9.31) and the BKO module (78.70±19.99 to 90.87±10.87), both with p<0.001. No significant difference was found between the gain scores of the two modules (p=0.112). Participant satisfaction reached 3.60 out of 4, with 98.5% reporting satisfaction with the program. This activity effectively improved the health literacy of Posyandu cadres regarding safe consumption of BKO-free herbal medicine.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Abdullah, D., & Amelia, R. (2025). Remaja anti hoaks kesehatan: Edukasi fakta vs mitos obat dan herbal untuk meningkatkan literasi kesehatan digital. Nusantara Hasana Journal, 5(3), 148–153.
Adellia Eka Wandira, & Lailul Mursyidah. (2025). Peran Kader Posyandu dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Desa Kupang, Kabupaten Sidoarjo. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(4), 1004–1016. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.6598
Amalia, T., Nurrahmah, Q. I., Khasanah, U., Widarson, W., Fatkhiya, N. I., Sutiyono, B. A., Azzahra, S. S., Maitri, N. M. A. G. P., Prameswari, P. I., & Mukaromah, F. (2025). Edukasi Kader Posyandu Berdasarkan Saintifikasi Jamu Untuk Swamedikasi Menggunakan Obat Tradisional. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9(2), 2386. https://doi.org/10.31764/jmm.v9i2.29808
Andriati, & Wahyudi, R. T. (2016). Tingkat penerimaan penggunaan jamu sebagai alternatif penggunaan obat modern pada masyarakat ekonomi rendah-menengah dan atas. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 29(3), 133–145.
BPOM. (2023). Temuan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Mengandung BKO serta Kosmetik Mengandung Bahan Dilarang/Berbahaya Tahun 2023.
BPOM. (2026). SIARAN PERS Nomor HM.01.1.02.26.10 Tanggal 10 Februari 2026 Tentang BPOM Temukan 41 Obat Berbahan Alam Mengandung Bahan Kimia Obat di Penghujung Tahun 2025.
Calahan, J., Howard, D., Almalki, A., Gupta, M., & Calderón, A. (2016). Chemical Adulterants in Herbal Medicinal Products: A Review. Planta Medica, 82(06), 505–515. https://doi.org/10.1055/s-0042-103495
Hassen, G., Belete, G., Carrera, K. G., Iriowen, R. O., Araya, H., Alemu, T., Solomon, N., et al. (2022). Clinical implications of herbal supplements in conventional medical practice: A US perspective. Cureus, 14(7) 1-25.
Hesty, H., Maimaznah, M., & Hidayat, M. (2023). Optimalisasi Peran Kader Posyandu Lansia dalam Pelayanan di Posyandu Edelweis. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(3), 625. https://doi.org/10.36565/jak.v5i3.612
Jelly Syahfitri, & Suprianto. (2024). Qualitative Analysis of BKO Dexamethasone in Herbal Medicine to Increase Appetite Using FTIR Spectrophotometer. Jurnal Indah Sains Dan Klinis, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.52622/jisk.v5i2.01
Kumontoy, G. D., Deeng, D., & Mulianti, T. (2023). Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Obat Tradisional Untuk Kesehatan Masyarakat Di Desa Guaan Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Holistik, 16(3), 1–16.
Laffael Kevin Immanuel, Putri, A. R., & Bachtiar Rifai Pratita Ihsan. (2024). Optimization of HPLC Conditions for Analysis of Paracetamol in Jamu Pegal Linu in Pasar Besar Malang City Using Response Surface Methodology-Box-Behnken Design (RSM-BBD). Malaysian Journal of Science and Advanced Technology, 4(4), 440–447. https://doi.org/10.56532/mjsat.v4i4.356
Muhammad Rafli, & Pangestuti, D. (2023). Penggunaan Obat Tradisional Pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor Tahun 2023. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(1), 23–26. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v23i1.501
Oktaviani, D. A., Witasari, N., & Amalia, N. P. (2025). The Tradition of Drinking Jamu and Efforts to Increase the Economic Potential of the Nguter Community, Sukoharjo District. Jurnal Jamu Indonesia, 10(2), 85–92. https://doi.org/10.29244/jji.v10i2.307
Pertiwi, S. A., & Hidayat, N. (2024). Diplomasi Indonesia Dalam Mempertahankan Jamu Sebagai Warisan Budaya Nasional. Moestopo Journal of International Relations, 4(2), 67–77.
Pratama, O. (2021). Pembinaan Kader Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Lansia di Era Pandemi Covid. Bina Sehat Masyarakat. Bina Sehat Masyarakat, 1(1), 19–23.
Pratiwi, R., Rahmawaty, A., & Hasanah, A. N. (2022). Simple Analytical Method on the Determination of Dexamethasone in Herbal Medicine. Journal of Spectroscopy, 2022(1), 1–5. https://doi.org/10.1155/2022/5141647
Priyana, P. (2023). Sosialisasi Bahaya Obat Kimia pada Obat Jamu Tradisional dipandang dari Aspek Hukum Kesehatan. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(1), 186–197. https://doi.org/10.33379/icom.v3i1.2239
Purwaningsih, T., Ulfah, M., Prihandana, S., & Hudinoto. (2020). Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia untuk Pencegahan Penyakit Kardiovaskuler di Kelurahan Bandung Kota Tegal. Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, 1(2), 1–12.
Rahayu, T. P., Nugroho, I. A., Fitriyati, L., Handayani, E. W., Sodik, A., & Kusumaningsih, W. S. (2025). Waspada bahan kimia obat (BKO) dalam obat tradisional. Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti), 6(1), 28–34.
Rahayu, Y., & Anwar, N. I. A. (2026). Perilaku konsumsi obat herbal sebagai self-medication: Studi pada masyarakat perkotaan di Makassar. Preventif Journal, 10(2) 10-16.
Rathee, P., Sehrawat, R., Rathee, P., Khatkar, A., Akkol, E. K., Khatkar, S., Redhu, N., Türkcanoğlu, G., & Sobarzo-Sánchez, E. (2023). Polyphenols: Natural Preservatives with Promising Applications in Food, Cosmetics and Pharma Industries; Problems and Toxicity Associated with Synthetic Preservatives; Impact of Misleading Advertisements; Recent Trends in Preservation and Legislation. Materials, 16(13), 4793. https://doi.org/10.3390/ma16134793
Vera, N., Leandra, D., & Nuraeni, T. (2025). Edukasi Pemilihan dan Penggunaan Obat Tradisional dengan Tepat dan Aman pada Kader Posyandu di Puskesmas Daerah Jawa Barat. Jurnal Medika, 4(3) 541-548.
You, H., Gershon, H., Goren, F., Xue, F., Kantowski, T., & Monheit, L. (2022). Analytical strategies to determine the labelling accuracy and economically-motivated adulteration of “natural” dietary supplements in the marketplace: Turmeric case study. Food Chemistry, 370, 131007. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2021.131007
Yulie Anditha, A., Permana Dimas Putra, A., Cahyaningsih, A., & Sihabul Fudhula, A. (2021). Pengaruh Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia Terhadap Kualitas Hidup Lansia. Universitas Negeri Malang Jalan Semarang, 7(7) 53-63.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.39435
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Thia Amalia, Queen Intan Nurrahmah, Anggita Rosiana Putri, Prisma Trida Hardani, Luthfi Ahmad Muchlashi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:







