OPTIMALISASI KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI TERINTEGRASI SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN GIZI KELUARGA BERISIKO STUNTING
Abstract
Abstrak: Kerawanan pangan dan keterbatasan akses bahan segar di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan 30 rumah tangga mitra dalam mengoptimalkan lahan pekarangan rumah yang terbatas melalui penerapan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terintegrasi sebagai strategi pencegahan stunting. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan bertahap yang diawali dengan sosialisasi, pelatihan dengan pendekatan learning by doing, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, serta evaluasi pada 30 rumah tangga mitra berisiko stuntingKegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif dan bertahap yang diawali dengan sosialisasi, kemudian pelatihan dengan pendekatan learning by doing, penerapan teknologi tepat guna (budidaya tanaman pada pot atau polybag, budidaya ayam petelur dengan system kastari, budidaya ikan lele menggunakan metode budikdamber, dan pengelolaan limbah organic rumah tangga), pendampingan berkala, serta evaluasi.. Evaluasi keberhasilan Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test (15 butir soal), sedangkan evaluasi keterampilan dan penerapan teknologi tepat guna dievaluasi melalui observasi langsung di lapangan. dilakukan melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 15 butir soal. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan tentang gizi dan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dari 86,44 menjadi 93,55 (meningkat sebesar 8,22%), dengan peningkatan pemahaman tertinggi pada materi tentang stunting, yaitu dari 30,0% menjadi 76,7%. Mitra juga berhasil menerapkan keterampilan budidaya tanaman (pot/polybag), pemeliharaan ayam petelur (kastari), budidaya ikan lele (budikdamber), serta pengelolaan sampah organik rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi mandiri keluargaHasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 86,44 menjadi 93,55 atau bertambah 7,11 poin (8,23%) dibandingkan nilai awal. Selain itu, sebagian besar mitra berhasil mempraktikkan keterampilan budidaya tanaman menggunakan pot atau polybag (96,7%), pemeliharaan ayam petelur melalui sistem kastari (83,3%), budidaya ikan lele menggunakan budikdamber (86,7%), serta pengelolaan sampah organik rumah tangga (83,3%) secara mandiri untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.[l1.1][AP1.2] Program KRPL terintegrasi terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat, namun pendampingan dan pemantauan berkala secara berkelanjutan tetap diperlukan untuk memastikan konsistensi penerapan di tingkat rumah tangga.
Abstract: Food insecurity and limited access to fresh produce in Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City potentially increase the risk of childhood stunting. This community service program aimed to enhance nutritional knowledge and practical skills among 30 partner households in optimizing limited yard space through an integrated Sustainable Food Housing Area (SFHA) strategy for stunting prevention. The implementation method was conducted participatorily and gradually, beginning with program socialization, learning-by-doing training, application of appropriate technologies (pot/polybag crop cultivation, layer chicken rearing via the kastari system, catfish farming using the budikdamber method, and household organic waste management), regular mentoring, and evaluation. Knowledge improvement was assessed using a 15-item pre-test and post-test questionnaire, whereas practical skills and technology adoption were evaluated through direct field observations. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score from 86.44 to 93.55, representing a gain of 7.11 points (8.23%). Furthermore, the majority of partner households successfully applied independent skills in crop cultivation (96.7%), layer chicken rearing (83.3%), catfish farming (86.7%), and organic waste management (83.3%) to support family food security. The integrated KRPL program proved effective in enhancing community capacity; however, continuous periodic mentoring and monitoring remain essential to ensure consistent implementation at the household level.Food insecurity and limited access to fresh food in Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City potentially increase the risk of childhood stunting. This community service program aimed to enhance nutritional knowledge and household skills among partner families in optimizing limited yard space as a stunting prevention strategy. The implementation method was carried out participatorily and gradually, comprising program socialization, learning-by-doing training, appropriate technology application, mentoring, and evaluation involving 30 partner households at risk of stunting. Program success was evaluated using a 15-item pre-test and post-test questionnaire. The results demonstrated an increase in the average knowledge score regarding nutrition and integrated Sustainable Food Housing Area (KRPL) from 86.44 to 93.55 (an 8.22% increase), with the highest knowledge gain observed in stunting concepts (from 30.0% to 76.7%). Furthermore, partners successfully applied practical skills in crop cultivation (pots/polybags), layer chicken rearing (kastari), catfish farming (budikdamber), and household organic waste management to support family food security and economic self-reliance.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Akseer, N., Tasic, H., Onah, N., Wigle, J., Rajakumar, R., & Sanchez-hernandez, D. (2022). Articles Economic costs of childhood stunting to the private sector in low- and middle-income countries. E Clinical Medicine, 45, 1–18. https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2022.101320
Amin, D. Al, Noer, M., & Analia, D. (2026). Revitalisasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Berbasis Masyarakat di Nagari Panti Selatan kabupaten Pasaman. Jurnal Agri Sains, 10(1), 14–29. https://doi.org/10.29244/cd3tw764.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025). Survei Status Gizi Indonesia 2024 dalam Angka.
Blakstad, M. M., Mosha, D., Bellows, A. L., Canavan, C. R., Chen, J. T., Mlalama, K., Noor, R. A., Kinabo, J., & Masanja, H. (2021). Home gardening improves dietary diversity , a cluster- randomized controlled trial among Tanzanian women. Maternal & Child Nutrition, 17 (September 2020), 1–12. https://doi.org/10.1111/mcn.13096.
Febriyanti, A., Isaura, E. R., & Farapti, F. (2022). Hubungan antara Ketahanan Pangan Rumah Tangga , dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Relationship between Household Food Security and Stunting in Children Age 24-59 Months. Media Gizi Kesmas, 11(02), 335–340. https://doi.org/10.20473/mgk.v11i2.2022.335-340.
GBD 2023 Child Growth Failure Collaborators. (2026). Quantifying the fatal and non-fatal burden of disease associated with child growth failure , 2000 – 2023 : a systematic analysis from the Global Burden of Disease Study 2023. Lancet Child Adolesc Health, 10(January), 22–38. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(25)00303-7
Hapsari, M., & Agustina, I. F. (2025). Keberlanjutan Program Budidaya Lele Melalui Penguatan Administrasi dan Kelembagaan Desa Mandiri. Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi, 22(2), 117–134. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/efisiensi.v22i2.90349
Hidayat, B. R. N., Rakhma, L. R., & Hidayati, L. (2026). Hubungan Ketahanan Pangan dengan Asupan Protein di Kecamatan Selo Boyolali. INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(1), 125–139. https://doi.org/10.55123/insologi.v5i1.7617
Ilmaliya, A., Fawaid, M., & Sulton, M. A. (2026). Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Di Desa Brongkal. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(6), 1–13. https://doi.org/10.62281
Imeldawati, R. (2025). Dampak Terjadinya Stunting terhadap Perkembangan Kognitif Anak : Literature Review. Jurnal Medika Nusantara, 3(1), 101–107. https://doi.org/10.59680/medika.v3i1.1632
Kholidah, L. N., Pangestuti, D. R., Lisnawati, N., & Asna, A. F. (2023). Pengaruh Aksesibilitas Bahan Pangan terhadap Praktik Pemilihan Makanan Keluarga di Kota Semarang selama Masa Pandemi. Amerta Nutrition, 7(2), 238–246. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.23
Maherawati, M., Hartanti, L., Mayasari, E., & Syamsi, W. W. (2026). Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petani Singkong Lahan Gambut Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan. Jurnal Masyarakat Mandiri, 10(3), 3005–3014. https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.39046
Makandolu, S. M., Neno, M. S., & Goetha, S. (2023). Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Dalam Mewujudkan Program Pekarangan Pangan Lestari ( P2L ). BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 3252–3256. https://doi.org/10.31949/jb.v4i4.6873
Mulyani, A. T., Khairinisa, M. A., Khatib, A., & Chaerunisaa, A. Y. (2025). Understanding Stunting : Impact , Causes , and Strategy to Accelerate Stunting Reduction — A Narrative Review. Nutrients, 17(1493), 1–29. https://www.mdpi.com/2072-6643/17/9/1493
Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2024). Publikasi Data Stunting Kota Tasikmalaya 2024. https://portal.tasikmalayakota.go.id/index.php/q/berita_detail/1557#:~:text=Kegiatan%0A ini dihadiri oleh Kepala,Kawalu sebesar 21%2C72%25.
Pemerintah Kota Tasikmalaya Kecamatan Kawalu. (2023). Rencana Strategis Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Tahun 2023-2026.
Setiawati, S., Ramli, E., & Khairiah, K. (2025). Pengembangan Kelompok PKK Sebagai Agen Penggerak Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Petani. Jurnal Medika:Medika, 4(4), 1523–1529. https://doi.org/10.31004/55kshv54
Siregar, D. R. B., & Suryani, A. (2025). Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa melalui Pelatihan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi di Desa Tanjung Siram , Kecamatan Bilah Hulu. Aksi Kita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 273–279. https://doi.org/doi.org/10.63822/can3jr02
Tulak, H., Salu, B., Pakiding, A., Tulak, T., Rante, S. V. N., & Silambi, E. P. T. (2025). Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Wujud Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal. Madaniya, 6(4), 3445–3456. https://doi.org/10.53696/27214834.1677
World Health Organization (WHO). (2025). Global nutrition targets 2030: Stunting brief.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i5.42728
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Iseu Siti Aisyah, Andhy Romdani, Aulia Putri Wahyuningtyas, Dadang Herdiansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






