TRANSFORMASI DIGITAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: PROGRAM PEMBINAAN BERBASIS KOMUNITAS UNTUK PESANTREN DAN SEKOLAH ISLAM DI MALANG RAYA
Abstract
Abstrak: Lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren dan sekolah Islam, masih menghadapi tantangan dalam tata kelola kelembagaan akibat keterbatasan literasi digital dan belum optimalnya penerapan sistem manajemen modern. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil program pendampingan berbasis komunitas untuk mendorong transformasi digital manajemen pendidikan Islam di Malang Raya. Kegiatan dilaksanakan pada 20 lembaga mitra dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri atas pimpinan lembaga, guru, dan tenaga kependidikan. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan dan penyusunan materi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, lembar observasi partisipasi, serta checklist luaran kelembagaan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi awal mitra masih didominasi manajemen manual; hanya 5 lembaga yang memiliki website aktif dan 4 lembaga yang menggunakan email resmi. Setelah program dilaksanakan, rata-rata kemampuan digital peserta meningkat sekitar 60%, sedangkan 15 lembaga telah memiliki dan mengoperasikan website atau email kelembagaan secara aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis komunitas efektif memperkuat kapasitas digital, tata kelola, dan identitas kelembagaan pendidikan Islam secara bertahap, kontekstual, dan berkelanjutan.
Abstract: Islamic educational institutions, particularly pesantren and Islamic schools, continue to face governance challenges due to limited digital literacy and the suboptimal adoption of modern management systems. This article aims to describe the process and outcomes of a community-based mentoring program designed to foster digital transformation in Islamic educational management in Greater Malang. The program involved 20 partner institutions and 45 participants consisting of institutional leaders, teachers, and administrative staff. The implementation was organized into four stages: needs assessment, planning and preparation of training materials, training and mentoring, and evaluation and follow-up. The evaluation system employed pre-tests and post-tests, participation observation sheets, and an institutional output checklist. The findings indicate that the initial condition of partner institutions was still dominated by manual management; only five institutions had active websites and four used official institutional email accounts. After the program, participants’ average digital competence increased by around 60%, while 15 institutions had actively established and operated institutional websites or official email accounts. These findings demonstrate that community-based mentoring is effective in strengthening digital capacity, institutional governance, and the digital identity of Islamic educational institutions in a gradual, contextual, and sustainable manner.
Keywords
Full Text:
DOWNLOAD [PDF]References
Anita, A., Hasan, M., Warisno, A., Anshori, M. A., & Andari, A. A. (2022). Pesantren, Kepemimpinan Kiai, dan Ajaran Tarekat sebagai Potret Dinamika Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 4(3), 509–524.
Badi’ah, S., Salim, L., & Syahputra, M. C. (2021). Pesantren dan Perubahan Sosial pada Era Digital. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 21(2), 349–364.
Baharun, H., Tohet, M., Juhji, J., Wibowo, A., & Zainab, S. (2021). Modernisasi Pendidikan Di Pondok Pesantren: Studi Tentang Pemanfaatan Sistem Aplikasi Pedatren Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Pondok Pesantren. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 1–22.
Darmawan, I., & Hidayati, D. (2023). Pemanfaatan Sistem Informasi Manajeman di Pondok Pesantren Modern. Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH), 5(1), 66–78.
Falah, M. R. F., Baharun, H., Wibowo, A., & Kumala, S. A. (2023). Communication in Pesantren Educational Institutions: The Application of Social Cognitive Theory in Understanding Social Interaction in The Pesantren Environment. Mapendis: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 18-28.
Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning.
Hidayat, T., Rizal, A. S., & Fahrudin, F. (2018). Peran Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Ta Dib Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 461–472.
Ilham, D., & Madum, M. (2025). Application of Technology in Islamic Education Management: Strengthening Digital Ethics as a Strategy for Developing Student Morals in the Social Media Era: Penerapan Teknologi dalam Manajemen Pendidikan Islam: Penguatan Etika Digital sebagai Strategi Pembinaan Akhlak Siswa di Era Media Sosial. Mapendis: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 27–35.
Isbah, M. F. (2020). Pesantren in the changing indonesian context: History and current developments. Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), 8(1), 65–106.
Jannah, M., Shafika, N., Parsetyo, E. B., & Habib, S. (2023). Transformasi digital dalam manajemen pendidikan Islam: Peluang dan tantangan. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam, 5(1), 131–140.
Lundeto, A. (2021). Digitalisasi Pesantren: Hilangnya Budaya Tradisionalis Atau Sebuah Kemajuan? Jurnal Education and Development, 9(3), 452–457.
Mawardi, I. A., & Setiawan, M. (2024). Digital-based Islamic Education Curriculum Innovation Rooted in Islamic Values. AIM: Journal of Islamic Education Management, 2(3), 214–227.
Miftahussurur, W., Abrori, F., Firdaus, M. R. W., & Abas, M. C. (2025). Transforming Islamic School Management to Address Parental Preferences in the Digital Era: Transformasi Manajemen Sekolah Islam untuk Memenuhi Preferensi Orang Tua di Era Digital. Mapendis: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 98–115.
Qushwa, F. G., & Baharun, H. (2024). Patronage of Kyai Leadership in Building Parental Choice in Islamic Boarding Schools. Mapendis: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 44–56.
Ristanti, I. (2023). Digitalisasi Perencanaan Pendidikan Islam Di Madrasah. Mapendis: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1).
Scherer, R., Siddiq, F., & Tondeur, J. (2019). The technology acceptance model (TAM): A meta-analytic structural equation modeling approach to explaining teachers’ adoption of digital technology in education. Computers & Education, 128, 13–35.
Selwyn, N. (2021). Education and technology: Key issues and debates. Bloomsbury Publishing.
Ulum, M., & Munim, A. (2019). Digitalisasi Pendidikan Pesantren (Paradigma Dan Tantangan Dalam Menjaga Kultur Pesantren). Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1), 664–670.
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view1. MIS Quarterly, 27(3), 425–478.
Wenger, E. (1999). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge university press.
Zupic, I., & Čater, T. (2015). Bibliometric methods in management and organization. Organizational Research Methods, 18(3), 429–472.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v10i3.38995
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Mohamad Anas, Millatuz Zakiyah, Prima Zulvarina, M. Lukman Hakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758
Email: [email protected]
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) already indexing:
________________________________________________________________
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) OFFICE:






